Sunday, December 17th, 2017

Marlina si Pembunuh dalam empat Babak (2017)

Published on November 28, 2017 by   ·   No Comments

Marlina si Pembunuh dalam empat babak, kolonialisme terhadap perempuan diera modern diceritakan dengan cantik dan sangat suram.

Marlina diperankan dengan baik sekali oleh Marsha Timothy, ia merupakan janda yang belum  lama ditinggal mati oleh suaminya dan juga kehilangan anaknya yang masih bayi. Terlihat dari raut mukanya yang tidak pernah menampilkan emosi sepanjang film. Ia didatangi oleh Markus menjelang malam yang merupakan ketua dari gerombolan perampok, ia datang sendirian dan mengatakan akan ada total 7 orang datang merampok ternaknya dan akan “tidur” dengannya. Markus ini dengan pedenya meminta kopi bahkan minta dibuatkan makanan sop ayam. Markus diperankan oleh Egi Fedly yang tampang dan potongan rambutnya emang gondrong banget.

Ketika mereka ber-7 kumpul, 2 diantaranya disuruh pergi mengantarkan ternak dan kembali keesokan paginya. Marlina dengan lihari menghabisi 4 orang diantaranya dan ketika markus memperkosanya, ia menebas kepala Markus dengan golok. Adegan terkeren dan terlihat nyata di film ini, salut untuk spesial efeknya.

Ruangan rumah yang kecil dengan interior yang gelap dapat ditangkap kamera dengan baik walaupun hanya ada satu sumber cahaya. Kesan dramatis berhasil dibuat dengan baik dalam rumah ini walaupun dengan pencahayaan seadanya, benar – benar pandai memainkan pencahayaan.

Esoknya MArlina membawa kepala Markus untuk melaporkannya kepolisi dan ketika menunggu angkot ia bertemu dengan temannya, Novita yang sedang hamil 10 bulan. Perjalanan Marlina ini juga dimasukkan unsur – unsure komedi yang cukup menghibur dari salah satu penumpang angkot.

Di film ini terlihat sekali bahwa wanita dianggap sangat rendah oleh laki – laki, sepertinya kejadian diperkosa suatu hal yang biasa disana, ini terlihat ketika Marlina melapor kepolisi. Perlakuan kasar suami Novita yaitu Umbu yang dengan kasar mendorongnya, menamparnya padahal ia sedang hamil juga menunjukkan betapa perempuan tidak dihargai sama sekali. Ini mungkin yang ingin disampaiakan oleh sang sutradara Mouly Surya.

Film ini semuanya bagus,tata cahaya, musik, para pemain, semuanya , hanya ceritanya saja yang terlalu linear. Film dengan model dibagi – bagi kedalam act (atau disini disebut babak) biasanya alurnya tidak linear untuk menambah kerumitan cerita. Tetapi secara keseluruhan film ini luar biasa dan wajib Anda nonton. Tapi ingat film ini bukan untuk anak – anak, karena adegan perkosaan dan tebasan kepala yang terlihat begitu nyata.

Tags: , , ,

Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Video Cara Proteksi Flashdisk Tanpa Software

RSS Produk Terbaru Barang Unik Lucu

Ads

Berita Terbaru

eBook SEO Gratis

seo blogspot, tutorial seo

Join Facebook

RSS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tutorial

Cara Proteksi CD

Banyak yang bertanya kepada saya Bagaimana Cara Proteksi CD supaya tidak bisa dicopy, dibajak? hanya bisa dilihat, dijalankan dan dibaca. Pada postingan ... [+]
omzet penjualan

Cara Meningkatkan Omzet Penjualan Via Internet

Semakin hari orang bahkan perusahaan berbondong-bondong memboyong dagangan mereka ke internet. Ada yang lewat facebook, twitter, my space, multiplay bahkan situs ... [+]

Link Sponsored